Senin, 09 November 2015

Bajaj - Tuk Tuk ala Indonesia

Sopir bajaj duduk di depan. Kemudi bajaj seperti kemudi sepeda motor.

Bajaj (baca: /ba-jai/) adalah kendaraan umum beroda tiga. Bajaj adalah kendaraan bermotor. Kemudi bajaj seperti kemudi sepeda motor. Nama bajaj berasal dari India, nama perusahaan otomotif di India. Di beberapa negara lain ada kendaraan umum seperti bajaj dengan nama lain. Di Thailand dan di Mesir ada ‘tuk tuk’, di Shanghai namanya “Tu tou”.

Tuk Tuk di Kairo
Tu Tuo di Shanghai

Kita dapat melihat banyak bajaj di Jakarta, warnanya biru dan oranye. Orang yang ingin naik bajaj dapat menunggu bajaj kosong yang lewat di jalan. Di beberapa tempat, misalnya di mal atau di terminal, ada pangkalan bajaj. Di pangkalan bajaj biasanya ada banyak bajaj yang menunggu penumpang. Sopir bajaj duduk di depan dan penumpangnya di belakang. Penumpang bajaj biasanya satu sampai dua orang saja.

Naik Bajaj di Jakarta. Menawar ongkos

Lalu lintas di Jakarta masih sering macet. Bajaj menjadi pilihan karena kendaraan umum ini bisa bergerak cukup gesit, bisa masuk ke jalan-jalan atau gang-gang kecil dan ongkosnya pun relatif lebih murah dari taksi. Ongkos naik bus juga murah, tetapi penumpang dengan banyak barang-barang akan merasa lebih mudah dan lebih nyaman naik bajaj. Dia tidak harus berdesakan dengan penumpang lain.


Bajaj oranye. Masuk ke gang kecil.
Bajaj berwarna oranye bersuara bising dan memakai bahan bakar bensin. Untuk mengurangi polusi suara dan polusi udara, pemerintah daerah Jakarta sedang dalam proses mengganti bajaj berwarna oranye menjadi bajaj berwarna biru. Bajaj berwarna biru memakai bahan bakar gas, lebih ramah lingkungan. 

Bajaj yang ramah lingkungan, bajaj yang tertib berlalulintas. Itu keinginan kita bersama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar